Rabu, 10 Juni 2026

Cinta dan kasih sayang kepada Tuhan

 Amor Dei (atau sering disebut Amor Deus dalam konteks cinta kepada Tuhan) adalah istilah bahasa Latin yang berarti "cinta kasih kepada Tuhan" . Jika Amor Parentium adalah cinta tanpa syarat dari orang tua kepada anak, maka Amor Dei adalah bentuk cinta tertinggi dari seorang hamba atau makhluk kepada Penciptanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, Amor Dei tidak hanya diwujudkan melalui ritual ibadah di tempat ibadah, tetapi juga melalui sikap, pikiran, dan interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan-Nya.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan Amor Deus dalam kehidupan sehari-hari:

1. Melalui Hubungan Spiritual Langsung (Ibadah dan Penyerahan Diri)

Ini adalah bentuk ekspresi cinta yang paling mendasar antara seorang manusia dengan Tuhan:

  • Mengutamakan waktu beribadah: Langsung bersiap-siap untuk salat, berdoa, atau bersekutu begitu waktunya tiba, meskipun sedang sibuk dengan urusan duniawi atau pekerjaan.

  • Bersyukur dalam segala situasi: Mengucapkan terima kasih kepada Tuhan bukan hanya saat mendapat rezeki atau kebahagiaan, tetapi juga tetap bersyukur dan berprasangka baik saat menghadapi ujian hidup.

  • Berdoa dengan tulus: Meluangkan waktu khusus di malam hari atau di sela kesibukan untuk berbicara dengan Tuhan, mencurahkan isi hati, dan memohon petunjuk-Nya secara pribadi.

2. Melalui Cinta kepada Sesama Manusia ( Amor Proximi )

Dalam banyak ajaran, mencintai Tuhan tidak bisa dipisahkan dari mencintai ciptaan-Nya. Menolong sesama adalah cerminan langsung dari cinta kepada Tuhan:

  • Membantu yang membutuhkan: Memberikan sedekah, makanan, atau bantuan tenaga kepada orang miskin, anak yatim, atau mereka yang sedang tertimpa musibah, dengan niat tulus karena mencintai Tuhan.

  • Memaafkan kesalahan orang lain: Rela melepaskan dendam dan memaafkan orang yang telah menyakiti kita, karena menyadari bahwa Tuhan pun Maha Pengampun dan menyukai hamba-Nya yang pemaaf.

  • Menjaga lisan dan perilaku: Menahan diri dari bergosip, memfitnah, atau menyakiti perasaan orang lain karena takut melanggar perintah Tuhan dan ingin menjaga kedamaian di bumi.

3. Melalui Penjagaan terhadap Alam Semesta (Sains dan Ekologi)

Tuhan menciptakan alam semesta sebagai tanda kebesaran-Nya, maka merawat alam adalah bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta:

  • Menjaga lingkungan: Tidak membuang sampah sembarangan, menghemat udara dan energi, serta menanam pohon. Tindakan kecil ini adalah bentuk tanggung jawab moral kepada Tuhan yang telah menyediakan bumi sebagai tempat tinggal.

  • Menyyangi binatang: Memberi makan kucing pembohong di jalan atau tidak menyiksa hewan, karena menyadari bahwa mereka juga makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan.

4. Melalui Integritas dan Intelektualitas dalam Beraktivitas

Melakukan pekerjaan sehari-hari dengan sebaik mungkin juga bisa menjadi bentuk Amor Dei jika diniatkan sebagai ibadah:

  • Bekerja dan belajar dengan jujur: Menolak untuk menyontek saat ujian atau menolak suap/korupsi di tempat kerja, meskipun tidak ada orang yang melihat, karena sadar bahwa Tuhan selalu mengawasi.

  • Menjelaskan potensi diri: Belajar dengan tekun dan menggunakan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan orang banyak, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas talenta atau akal budi yang telah Tuhan titipkan.

Intinya: Amor Dei adalah mesin penggerak di dalam hati yang membuat seseorang melakukan kebaikan bukan demi pujian manusia atau ketidakseimbangan duniawi, melainkan murni karena ingin menyenangkan hati Tuhan.

PROYEK AKHIR KENUSAPUTRAAN 2026

Perkenalkan namaku DINDA KHOIRUNNISA, Mahasiswa DKV Universitas Nusa Putra NIM.20220060035.

Universitas Nusa Putra merupakan Universitas yang berlokasi di Kab. Sukabumi yang memiliki nilai-nilai keberagaman & keunggulan.

Little Step for Wide Vision merupakan simbol visi utama dari kampus dan tujuannya untuk menciptakan manusia yang cerdas, kreatif, inovatif serta religius yang tangguh untuk masa depan dunia yang lebih baik.


Universitas Nusa Putra memiliki 3 trilogi penting yaitu :

Amor Deus

(cinta kasih kepada Ilahi)


Amor Parentium

(cinta kasih kepada orang tua)


Amor Concervis

(cinta kasih kepada sesama)

  • Amor Deus (Cinta Kasih Tuhan)

Dikutip dari website nusaputra.ac.id menjelaskan cinta kasih Tuhan merupakan ”Sebagai anugerah cahaya insan Nusa Putra untuk tetap menjalankan syariat agama, beragama merupakan kebutuhan dan cinta kita kepada Tuhan, bukan lagi sebagai kewajiban.”

Saya sebagai muslim meyakini bahwa cinta kepada tuhan menjadi hal utama dan menjadi pondasi untuk kehidupan kita, ketika kita sudah berhubungan baik dengan tuhan, maka bisa dipastikan kita bisa berhubungan baik dengan makhluk ciptaan tuhan. Konsep dalam mencintai tuhan yaitu bagaimana manusia berhubungan dengan Sang Pencipta dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi larangannya. Cinta kasih kepada tuhan ini dilaksanakan melalui ibadah, hidup manusia di dunia pada hakikatnya adalah hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Pada nilai ini, hal yang saya lakukan untuk meningkatkan cinta saya kepada Allah SWT yaitu dengan terus belajar memperdalam ilmu agama, dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya


  •  Amor Parentium (Cinta Kasih Orang Tua)

Trilogi kedua yaitu cinta kasih kepada orang tua merupakan Sebagai kekuatan insan Nusa Putra untuk menjaga ajaran dan nilai-nilai luhur rasul, leluhur, kedua orang tua dan guru-guru kita serta orang orang soleh sebelum kita (Website nusaputra.ac.id). cinta terhadap orang tua merupakan cinta setelah cinta kepada Allah dan Rasulullah sehingga pengertian cinta terhadap orang tua itu sendiri bagaiman kita sebagai soerang anak bersikap baik dan mematuhi perintahnya dan tidak durhaka kepadanya. Tugas kita sebagai seorang anak yaitu patuh kepda orang tua, dan bagaimana caranya kita bisa membahagiakan mereka. Orang tua bagaimanapun keadannya, mereka selalu berusaha untuk kita anaknya.


  • Amor Concervis (Cinta Kasih Sesama)

Nilai trilogi yang ketiga yaitu cinta kasih sesama, mengutip dari website nusaputra.ac.id menjelaskan ”Sebagai pengikat insan Nusa Putra untuk menjalani hidup berdampingan secara damai dalam menyikapi setiap perbedaan, karena Tuhan berkehendak atas adanya perbedaan itu sendiri”.  

Dalam sebuah hadis menerangkan bahwa keimanan seseorang dapat dikatakan sempurna apabila ia bisa mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, sepanjang dalam hal kebaikan. Saudara yang dimaksud disini tidak terbatas hanya saudara kandung, saudara seayah atau seibu, akan tetapi lebih luas lagi mencakup saudara sesama manusia. Dalam hal ini menurut saya selain kita harus tolong menolong antar sesama, hal lain yang paling penting dalam nilai cinta kasih pada sesama yaitu tetap menjaga tali siaturahmi, karena dengan hal ini kita bisa mengetahui bagaimana keadaan saudara kita dan kita bisa mempererat hubungan.

Trilogi Nusa Putra adalah Cinta kepada Tuhan, Cinta kepada Orang Tua, dan Cinta kepada Sesama Manusia. Setiap generasi tentu memiliki penafsiran berbeda mengenai cara dan memaknai kata ketiga cinta tersebut.

Generasi millenials, misalnya, adalah adalah generasi terbuka. Generasi millenials atau lazim disebut gen Y, tentunya memiliki penafsiran berbeda dengan generasi sebelumnya atau gen X dalam hal memaknai Cinta kepada Tuhan, Cinta kepada Orang Tua, dan Cinta kepada Sesama Manusia.“Contoh perbedaan paling sederhana antara gen Y dan X adalah dalam hal memaknai Cinta kepada Tuhan. Bagi gen X, mencintai Tuhan, pada masanya, identik dengan ibadah ritual seperti shalat dan membaca ayat-ayat suci AlQuran,” jelas Rektor Universitas Nusa Putra Dr. Ir. H. Kurniawan, M.Si., MM.,

Dengan demikian, pola dalam mendidik generasi millenials tentu berbeda dengan cara orang tua mendidik gen X dulu. “Walaupun syarat dan tata cara beribdahnya tetap sama, tetapi jika dulu gen X hanya diajarkan tata cara ibdah ritual ansich, sedangkan sekarang kita bisa melihat dari Youtube bagaimana pemeluk Kristen Ortodok Syiria melakukan ibadah ritual mirip gerakan shalat umat Islam.

Selain itu, jika gen X ini banyak memahami sejarah dan kemungkinan akan kemunculan isu SARA seperti saat ini yang mengakibatkan perpecahan.“Untuk itu yang harus kita lakukan adalah, pertama, dengan cara melaksanakan ibadah ritual sebagai bagian dari mencintai Tuhan itu sendiri. Contoh pola didik terhadap generasi X di atas adalah ibadah ritual yang dilakukan tanpa didasari Cinta kepada Tuhan, tetapi karena perasaan takut dosa dan masuk neraka,” jelasnya.

Kemudian kedua, bagaimana menjalin hubungn antara orang tua dengan anak dalam era millenial. Bagaimana mencintai orang tua sebagai bagain dari menjalankan perintah agama dan tradisi, di saat gen Y dihadapkan dengan kemajuan teknologi dan serbuan informasi yang masuk dari pelbagai penjuru.“Contoh paling mutakhir adalah kasus Bowo yang populer karena aplikasi TikTok yang menuai bully-an dari banyak orang. Tindakan persekusi ini muncul karena adanya pola pendekatan berbeda, sementara tradisi sudah banyak berubah. Padahal, dengan pola pendekatan berbeda, cara mencintai sesama manusia juga akan berubah. Bagaimana cara membangun simpati dan empati kepada sesama manusia, bagaimana kita diituntut mampu menilai perbedaaan antara kesengajaan dengan spontanitas,” papar Kurniawan.

Sedangkan ketiga, berkat cinta kasih sesama dengan, saat generasi millenials membuka Youtube menyaksikan tradisi-tradisi masyarakat di belahan negara lain, sehingga akan menimbulkan gesekan-gesekan budaya. “Dengan demikian,  di situlah peranan Trilogi Nusa Putra yakni, Cinta Kasih Ilahiyah, Orang Tua, dan Sesama itu harus dijaga. Agar generasi millenials tidak gagap, tidak kagetan, dan bijak menyikapi perubahan dan perbedaan karena hidup dilandasi kasih sayang.



Universitas Nusa Putra memiliki nilai-nilai luhur dalam perjuangannya mencapai visi dan misinya, yang disebut dengan Trilogi Nusa Putra yang harus dijunjung tinggi dan menjadi bagian dari kehidupan seluruh masyarakat Nusa Putra. Selengkapnya bisa diakses melalui

https://nusaputra.ac.id/tentang/nilai-nilai-luhur/


Semoga semua pembaca dan Universitas Nusa Putra terus berkembang dan menjadi terdepan


Selasa, 08 Desember 2020

IKHLAS PADA SEMUA KETETAPAN

Dunia ini adalah panggung sandiwara, semua berada dalam ketetapan dan diatur oleh sutradara Yang Maha mengatur seluruh alam dan isinya. Manusia menjadi pemeran utama, semua menjalani perannya masing-masing dan akan mempertanggungjawabkan kelak di Yaumul akhir. Semua sudah tertulis mengikuti alur cerita, dibiarkan berjalan dengan sendirinya namun tetap dalam pantauanNya. Banyak kenikmatan dan kebahagiaan yang dimiliki. Karunia sehat, rizki yang lapang dan berkah, keluarga sakinah mawaddah warohmah..
Apakah kita bersyukur ??
.
Takdir sudah tertulis, namun manusia diberikan akal dan fikiran untuk mengikuti skenarioNya, d
engan izin Tuhan semua takdir dapat berubah, namun dengan izin Tuhan pula semua terjadi sesuai dengan ketetapan dan tidak dapat dirubah lagi. Mampukah kita ikhlas menerima semua ketetapanNya?? 
.
Dalam setiap langkah adalah ujian, seberat apapun ujian yang kita harus tetap melangkah karena Tuhan menciptakan pelangi setelah badai. Ada siang setelah malam, ada hujan setelah kemarau .. Mampukah kita bersabar menghadapi semua ujian ??
.
Jadikan sabar dan tawakal sebagai penolongmu, ... Tuhan hanya memberikan ujian, Dia selalu punya cara, menginginkan kita menjadi manusia yang lebih kuat dalam menjalani hidup. Dia memberikan ujian karena sangat menyanyangi kita, memberi peringatan untuk membentuk kita menjadi hamba yang lebih baik hingga menemukan istiqomah, senantiasa berserah diri dan kembali dalam RidhoNya.

Selasa, 15 September 2020

SELAMAT MALAM HATI YANG HAMPIR MATI

          Assalamualaikum wr wbr.. 

 


          Waktu berlalu begitu cepat

          rindu jari jemari ini menari-nari merangkai kata

          menuangkan isi kepala yang semakin meluap                            

          hampir tumpah tak terbendung


          Banyak cerita ingin kubagi 

          banyak rasa ingin diceritakan

          sebelum hati ini mati rasa

          mengusik hati yang hampir mati


          Biarkan dia tetap bertahan dengan sisa cinta yang masih ada

          kekuatan datang dari sang pembolak balik hati

          yang selalu setia menjaga selama nafasku belum terhenti

          hingga sang waktu mendekapku tak berdaya


          Wassalamualaikum wr wbr                                                            


 

Sabtu, 08 September 2018




Keseimbangan adalah keselarasan antara  dua sisi. Seimbang antara kinerja otak kanan dan kiri, seimbang mengejar ilmu dunia dan akhirat, seimbang antara hak dan kewajiban
.

Otak manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri dari kemampunan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Ouotient) seseorang.

Keseimbangan meliputi berbagai aspek kehidupan manusia. Tatkala manusia menginginkan hidup yang harmonis, baik secara individual, sosial, maupun vertikal, maka pilihannya adalah membangun keseimbangan yang telah digariskan ALLAH SWT secara konsisten. Andai terhadap diri sendiri manusia tak mampu membangun keseimbangan, maka mustahil ia akan mampu menciptakan keseimbangan bagi sosial masyarakatnya. Jika hal ini terjadi, maka ketidakadilan akan tercipta, social chaos akan terbangun, malapetaka muncul di mana-mana, dan kezaliman akan merajalela. Bisa jadi bangsa ini akan senantiasa menciptakan generasi yang berkualitas, namun dalam bingkai yang tidak seimbang.

Mesin pendidikan yang lebih menekankan aspek intelektual, tanpa aspek spritual dan emosional atau bahkan pola hidup yang lebih mengedepankan  kenikmatan sesaat dengan melupakan hak orang lain dan tujuan hidup yang lebih panjang, justru menjadi ancaman tatanan kehidupan ini.
Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar. Kejujuran menjadi sesuatu yang langka, karena semua berusaha menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan hidupnya.

Keseimbangan ilmu dunia dan akhirat menjadi kunci utama, Allah menjelaskan :

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. 
(Al Qashash : 7)

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini sebagai berikut: “Pergunakanlah karunia yang telah Allah berikan kepadamu berupa harta dan kenikmatan yang berlimpah ini, untuk mentaati Rabb-mu dan mendekatkan diri kepadaNya dengan berbagai bentuk ketaatan. Dengan itu, kamu memperoleh balasan di dunia dan pahala di akhirat. Firman Allah “Janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi”, yaitu dari apa-apa yang dibolehkan Allah berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan pernikahan. Sesungguhnya Allah mempunyai hak atas dirimu. Jiwa ragamu juga mempunyai hak atas dirimu. Keluargamu juga mempunyai hak atas dirimu. Tamumu juga mempunyai hak atas dirimu. Maka berikanlah tiap-tiap hak kepada pemiliknya.

Kamis, 06 September 2018

MENGGANTUNGKAN HARAPAN

Seperti kemarau menjanjikan hujan, berharap kemarau segera berlalu dan hujan akan segera datang. Begitu pula harapan masa depan gadisku sangat aku nantikan. Ada kebahagiaan yang tertunda dibalik banyak harapan yang kumimpikan. 
Terkadang muncul rasa pesimis, mampukah aku mendidiknya menjadi seorang wanita yang mandiri? Mampukah semua harapanku terwujud? Terlalu tinggikah kugantungkan harapan?

Gadisku telah memberi banyak pelajaran berharga, bagaimana kami belajar sabar menghadapi karakternya yang spesial, belajar sabar menjelaskan banyak hal dengan bahasa yang dia mengerti sehingga dia paham apa yang disampaikan. Menterjemahkan keinginannya, yang terkadang sulit kami pahami. Sabar menghadapi saat dia marah tak terkendali. Mendidiknya menjadi anak yang penurut dan berbakti.

Seorang mukmin dianjurkan untuk senantiasa sabar ketika ditimpa kesulitan. Kesabaran menjadi salah satu kunci utama untuk meraih kebahagiaan di dunia. Sabar akan membuat seseorang merasa ringan dalam menghadapi segala bentuk ujian dalam hidupnya. Karena harus dipahami benar bahwa roda kehidupan selalu berputar. Setelah datang kesulitan maka akan ada kemudahan. Tidak mungkin seseorang akan selamanya mengalami kesulitan ataupun sebaliknya. 
Aku tahu janji Tuhan itu pasti!

Aku yakin akan ada kemudahan dibalik kesulitan, aku yakin suatu saat nanti akan datang kebahagiaan. Aku tahu Tuhan menjanjikan hujan setelah kemarau, dan akan ada pelangi setelah hujan. Walau saat ini semua harapanku masih tertunda. Aku harus selalu optimis dapat menggapai masa depan yang lebih baik untuk gadisku, Tidak ada yang tidak mungkin kalau Tuhan berkehendak. 

"ALLAH SWT menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu". [Al Baqarah:185].

Carilah hikmah dari semua ketetapanNya, agar kita senantiasa bersyukur dan Ikhlas menjalaninya. Tuhan sedang memberikan pelajaran hidup, melatih aku menjadi manusia yang lebih baik. Menggantungkan banyak harapan, meraih kebahagiaan yang tertunda.
Kadang-kadang kita merasakan sangat mustahil untuk menggapai semua harapan, namun tiba-tiba Tuhan menjadikan sebuah kenyataan. 
Apakah ini mimpi atau sekedar khayalan?
Tidak, ini bukan khayalan karena telah terbukti kekuasaan-Nya berhak membuat sesuatu yang mustahil menjadi sebuah kenyataan.

Firman ALLAH SWT menegaskan :
“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ maka jadilah sesuatu itu.” (Yassin:82)

#30dwcjilid14
#squad9
#day16

Rabu, 05 September 2018

Kedudukan Anak Perempuan

Seperti halnya anak gadisku, aku satu-satunya anak perempuan di keluarga. Aku terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Tiga adikku semuanya laki-laki. Perbedaan aku dengan anak gadisku adalah tentang kemandirian. Sebagai anak pertama, aku dididik disiplin dan memiliki tanggungjawab yang besar terhadap ketiga adikku. Kedua orangtuaku tidak pernah membeda-bedakan anak perempuan dengan anak laki-laki. Anak perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama, harus mandiri dan memiliki pendidikan setingi-tingginya. Walaupun yang aku rasakan, mereka lebih overprotective dibandingkan terhadap adik-adikku. 
Aku sering merasa malu sama teman-teman, waktu kerja kelompok harus diantar jemput. Pulang sekolah harus langsung pulang ke rumah, kalau terlambat pulang pasti dicari. Sampai aku tidak pernah diijinkan ikut camping dengan teman-teman sekelas waktu acara perpisahan. Suka sedih rasanya, gakbisa menikmati masa remaja seperti anak-anak lainnya. Hingga waktu SMP aku coba-coba bolos sekolah dan kabur di jam pelajaran untuk sekedar main. Akibatnya papa marah besar dan mama menangis. Aku merasa sedih dan tertekan, semua serba gak boleh. aku coba berontak, melawan semua aturan yang diterapkan. Tapi hasilnya hanya membuat kedua orangtuaku kecewa dan sedih. 

Sejalan dengan bertambahnya usia, aku semakin menyadari kalau sebenarnya orangtuaku sangat sayang hingga terlalu mengkhawatirkan aku. Saat duduk di bangku SMA aku lebih fokus belajar dan mengatur diri sendiri untuk disiplin dan mengikuti semua aturan di rumah. Alhamdulillah prestasiku semakin membaik, hingga akhirnya aku diterima di Perguruan Tinggi Negeri di kota Bandung.
Saat itulah kemandirianku mulai terbentuk, pola pendidikan papa yang disiplin, serius dan fokus sangat mempengaruhi pola hidupku. Alhamdulillah sebagai anak perempuan, aku merasa bisa menjadi kebanggaan orangtua. "Coba contoh teteh", kata-kata itu selalu kuingat, saat papa menasihati adikku. Padahal tidak banyak yang kulakukan, hanya mengikuti semua nasihat dan keinginan orangtua, berusaha membahagiakan mereka selama aku mampu menjalaninya.

Menikah adalah momen yang mengharukan, dimana aku harus dilepas dari kedua orangtua. Setelah menikah, tanggungjawab orangtua berpindah pada suami. Walau itu hanya teori belaka, nyatanya mereka masih selalu terbuka membantu kesulitan kami. Dari membantu masalah ekonomi hingga membantu mengasuh cucunya. Rasa sayangnya pada kami tidak pernah luntur sampai kapanpun. Hingga aku melanjutkan pendidikan sampai S2, mereka selalu memberikan dukungan baik moril maupun materil.
Semangatku melanjutkan kuliah tertanam karena mereka selalu memberikan motivasi. "Perempuan juga harus mandiri dan memiliki pendidikan yang tinggi", nasihat papa telah mempengaruhi mindsetku. "Tapi tidak melupakan kodrat sebagai perempuan, mendidik anak-anak dan hormat pada suami, karena syurga seorang perempuan ada pada suaminya", nasihat mama melengkapi pembicaraan papa.
Banyak nasihat yang papa mama ajarkan, hingga membentuk pribadi aku seperti sekarang. Semua yang kulakukan semata-mata hanya ibadah dan mencari Ridho Illahi. Mudah-mudah semua yang papa mama tanamkan menjadi ladang ibadah dan menempatkan mereka di tempat yang paling mulia di sisi ALLAH SWT. Aaamiiiin Ya Robbal Alamiiin...

Islam adalah rahmat bagi seluruh alam dan meski kita mengetahui bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, namun Islam tidak pernah menyatakan bahwa derajat perempuan dibawah laki-laki. 
ALLAH SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 35 yang artinya :
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan  perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.
ALLAH SWT menyatakan bahwa dalam pandangan Islam, kedudukan wanita sama saja dengan kedudukan laki-laki dalam hal ibadah dan iman yang dimilikinya. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai derajat keimanan dan keislaman yang tertinggi. .
#30dwcjilid14
#squad9
#Day15


Rabu, 29 Agustus 2018

Senantiasa Bersyukur (Part 4)

Perlahan aku mencoba bangkit, membangun kepingan hati yang berantakan. Mengembalikan segalanya kepada Yang Maha Berkehendak. Masih ada harapan untuk membangun masa depan gadisku, dan aku harus kuat menjalani hari-hari ke depan.
Ikhtiar kami coba lakukan, konsultasi dengan dokter spesialis sampai seorang profesor ahli TORCH.
Pengobatan secara medis sampai non medis kami jalani, berharap ada kejaiban yang datang.
Ternyata tubuh gadisku sangat rentan, tubuhnya menjadi sangat lemah dan daya tahan tubuhnya menurun. Obat-obatan hanya membuat tubuhnya menjadi keracunan, tubuhnya semakin kecil hanya berbalut tulang. Bersyukur ada obat herbal yang menetralisir racun dalam tubuhnya, perlahan kondisi tubuhnya membaik dan selera makannya lebih baik dari sebelumnya.

Waktu terus berlalu, tak henti aku memohon kekuatan dalam menghadapi semua. Memohon petunjuk terbaik untuk mendidik dan membesarkan gadisku. Jika memang takdir sudah tidak bisa dirubah, kami hanya mampu ikhlas dalam menerima ketetapanNya. Suami dan orangtuaku menjadi sumber kekuatan terbesar, mereka yang membuat aku bangkit dan tegar menghadapi apapun yang terjadi.
Anak pertamaku seorang anak laki-laki yang mandiri, dia sangat menyayangi adiknya. Tak pernah merasa cemburu walaupun waktuku lebih banyak tercurah pada sang adik. Suamiku seorang ayah yang hebat, sangat telaten membantu keperluan anak-anaknya. Dari dia aku belajar sabar dan ikhlas menerima semua ketetapanNya. Manusia wajib berusaha, namun akhirnya biarkan tangan Tuhan yang bekerja.

"Anaknya sudah dua tahun kok belum bisa jalan?"
"Anaknya gak pernah dikasih makan ya? kenapa kurus gitu?"
"Kasian ya, anaknya belum bisa ngomong"
"Anaknya kok sakit-sakitan terus?"
Banyak komentar sinis yang hinggap di telingaku, rasanya hati ini teriris... Aku hanya bisa menangis, tanpa sepatah katapun menjawab pertanyaan mereka.
Aku tidak membenci mereka, yang tidak pernah mengerti bagaimana perasaanku saat itu. mereka tak menyadari telah menjatuhkan kembali aku yang sudah mencoba bangkit dan mulai membangun harapan. Namun semakin sering aku jatuh, semakin sering juga aku bangun dan kembali menyusun kekuatan.

Bersyukur karena ucapan mereka ternyata membuat aku semakin tegar dan menjadi lebih kuat dalam menghadapi apapun. Selalu ada hikmah dibalik sebuah kejadian. Kini aku merasa lebih ikhlas menjalani semuanya, bisa tersenyum saat mereka bertanya sinis tentang kondisi gadisku. 

Tiuhan punya caranya sendiri dalam membentuk pribadi manusia...

#30DWCJilid30
#Squad9
#Day8



Senantiasa Bersyukur (Part 3)

Virus itu telah merenggut masa depan gadisku dengan merusak sistem syaraf pusat di koklea hingga tak dapat menyanpaikan impuls ke otak, artinya dunianya pasti jadi sangat sunyi. Banyak harapan yang aku impikan sepertinya harus dikubur dalam-dalam. Rasanya hancur, malu, takut, bingung campur aduk jadi satu. Sempat terlintas fikiran untuk mengakhiri hidup, sempat berdo'a agar maut segera menjemput aku dan gadisku agar semuanya selesai. Tak berhenti menyalahkan diri sendiri, tak berhenti bertanya pada Tuhan kenapa semua ini terjadi pada gadisku? Kenapa harus dia yang menanggung semua? 

Saat aku terpuruk, ada tangan-tangan yang selalu memeluk dan menentramkanku. Ada bahu kekar tempatku bersandar dan ada tangan mungil yang mengusap air mataku. Sedikit-sedikit aku mencoba bangkit, dan menyusun harapan. Menyadari bahwa semua ini ujian yang harus kami hadapi. Mencari jawaban kenapa semua ini harus terjadi pada gadisku, hanya membuang waktu dan tak akan mengubah semua. Hanya membuat semuanya semakin terasa berat. Manusia memiliki akal dan fikiran yang akan merubah takdir. Masih banyak harapan yang dapat kami raih demi masa depan gadisku. Kupandangi wajah mungil tanpa dosa... 

Tuhan telah mengirim seorang gadis kecil dalam kehidupan kami, tak henti aku mengucap syukur. Aku harus bangkit demi masa depan gadisku,. Aku harus kuat menjalani semua ujan. Aku yakin tak semata-mata Tuhan memberi ujian, pasti ada pembelajaran hidup yang akan membuat kami menjadi lebih dekat padaNya. Aku harus bersyukur telah menjadi orangtua pilihan, aku yakin skenario Tuhan yang terbaik. Gadisku adalah sebuah berkah, anugerah terindah yang dikirim buat kami...
Mampukah kami bersabar dan ikhlas menjalani semua ketetapanNya..?


#30dwcjilid14
#day7

Senantiasa Bersyukur (Part 2)


Hasil test TORCH menunjukkan aku positif terinveksi virus Rubella dan CMV, entah kapan dan bagaimana caranya virus itu bisa berada dalam tubuhku... 
Menurut beberapa sumber yang aku baca, TORCH yaitu Toksoplasma, Rubella, Sitomegalovirus atau CMV dan Herpes simpleks. Virus rubella fatal bagi pertumbuhan dan kehidupan janin. Janin akan terancam terkena kelainan jantung, kehilangan pendengaran atau tuli ketika dilahirkan, retardasi mental, kelainan pada bentuk dan fungsi mata, katarak, hidrosefalus atau pembesaran kepala akibat berisi cairan, mikrosefalus atau tengkorak janin tidak berkembang sehingga ukurannya lebih kecil dari normal, hipoplasia atau gangguan perkembangan pada sejumlah organ tubuh janin (seperti jantung, paru-paru dan limpa), bayi lahir dengan berat badan rendah, hepatitis, radang selaput otak, radang iris mata, gangguan perkembangan sistem saraf seperti  meningosefalitis. Bahkan janin terancam lahir dalam keadaan sudah meninggal di dalam kandungan.

CMV adalah Cytomegalovirus umumnya tidak menimbulkan gejala serius dan tidak disadari penderitanya. Gejala ringan dapat terlihat pada orang yang terinfeksi virus ini, seperti deman hingga lebih dari 38 derajat Celsius, tubuh terasa lelah, nyeri otot dan tenggorokan, serta pembengkakan kelenjar getah bening. Sementara, ibu hamil yang terinfeksi virus CMV dapat menularkan infeksi ini pada janin atau bayi dengan gejala yang lebih buruk, antara lain: Kematian janin dalam kandungan, kelahiran prematur dengan berat badan lahir rendah, Ukuran kepala bayi kecil atau mikrosefali, kulit dan mata berwarna kuning, hati membesar dan tidak berfungsi dengan baik, pembesaran limpa, bercak atau ruam kulit berwarna ungu, bayi yang baru lahir karena perdarahan, anemia, serta gangguan pada hati atau otak, keterlambatan pertumbuhan.Gejala lebih serius juga ditunjukkan pada penderita dengan sistem imunitas yang lemah. Gejala tersebut berupa gangguan pada mata (retinitis), paru-paru (pneumonia) hati, kerongkongan (esofagus), lambung, usus, serta otak (ensefalitis). 

Ya Robb, bersyukur gadisku terlahir dengan fisik yang lengkap dan sehat, walau ternyata virus itu telah masuk ke dalam sel darahnya dan berkembang beberapa bulan Kemudian




Senantiasa Bersyukur (Part 1)



Masih teringat saat vonis dokter menyatakan gadisku tunarungu total, hasil test bera memperlihatkan grafik batas pendengaran pada 100 desibel tak ada reaksi apa-apa. Padahal ukuran 100 desibel itu sebanding dengan frekuensi bunyi baling-baling pesawat terbang, saat frekuensi gelombang itu dikirimkan dari alat test bera ke sistem pendengarannya gadisku tetap terlelap dalam tidur. Penjelasan dokter bertubi-tubi membuat tubuhku lemas, luka perih menganga berdarah-darah... Ah, rasanya tak dapat kulukiskan perasaanku saat itu. Pandanganku kabur, kupegang erat-erat tubuh mungil gadis kecilku.

Rasa bersalah berkecamuk dalam hati, menurut diagnosa dokter gadisku terinfeksi virus rubella mungkin saat dalam kandungan. Aku merasa lalai, tidak menjaga dia dengan baik selama dalam kandungan. 
Harus bagaimana kami menghadapi hari-hari ke depan, mampukah kami mendidiknya?


Berjuta rasa berkecamuk, berjuta pertanyaan memenuhi otak. Masih tidak percaya, dan sulit menerima hasil diagnosa dokter. Terbanyang juga wajah sedih kakek neneknya, harus bagaimana kami menyampaikan kabar ini. Seperti yang kuduga, mereka langsung duduk terdiam setelah suamiku menyampaikan hasil diagnosa dokter. Aku hanya menangis sambil memeluk tubuh mungil gadisku yang juga terus menangis, aku baru menyadari kalau apa yang kurasakan diapun merasakan. Aku menangis gadisku juga ikut memangis, dan menangis bukan cara yang tepat untuk menghadapi semua ini. Aku harus kuat agar gadisku tumbuh kuat, aku harus ikhlas menerima kenyataan ini agar aku bisa terus menemaninya.



Bersyukur kami masih memiliki kedua orangtua yang selalu memberi dukungan dan do'a, karena kekuatan dari kedua orangtua pula kami masih memiliki semangat dan berjuta harapan. Manusia punya akal dan fikiran untuk merubah takdir, kita wajib berusaha dalam menghadapi kesulitan sebesar apapun namun hasilnya biarkan tangan Tuhan yang bekerja... 


#30dwcjilid14 
#squad9 
#day5

Selasa, 05 Juni 2018

My Sunshine, You are My Everything

Tanpa kusadari mereka telah tumbuh begitu cepat, rasanya baru kemarin menggendongnya, mengajarkannya berjalan hingga berlari, mengantarkan ke sekolah. Kini mereka telah tumbuh menjelang dewasa. menjadi anak laki-laki yang gagah berwibawa dan anak gadis cantik nan manja. Tumbuhlah dengan keberkahan, menjadi insan Tuhan yang senantiasa teguh beriman.

You are my sunshine, menghangatkan kala hujan deras yang membuatku menggigil. Cahaya dalam hidupku,  memberiku kekuatan dalam menghadapi setiap kesulitan. Kalian yang membuatku tetap tegar dan melangkah menjalani hidup. Hadapi setiap kesulitan dengan ikhlas, yakinlah dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Ada Tuhan yang selalu bersama kita, Dialah sesungguhnya Yang Maha Pemberi Kekuatan.

You brought me sunshine when I only saw rain, you are my everything...
Anakku, hidup penuh dengan ujian, semua harus dijalani tanpa harus mengeluh. Sebesar apa perjuanganmu akan tergantikan dengan keberkahan hidup yang nilainya lebih besar, jika ada ikhlas dan sabar di dalamnya.  Belajarlah dari kehidupan, pembelajaran yang tak akan kamu dapatkan di bangku sekolah. Kejarlah mimpimu, berpeganglah pada agamamu. Dreams are something, that can't always come true, senantiasa ikhlas dan tawakal dalam menerima semua ketetapan Nya.

My sunshine, kalian bagaikan matahari yang selalu menghangatkan hidupku. Hiasi hidupmu dengan penuh kasih sayang, jalani tiap langkahmu dengan kebaikan. Jangan berharap pada manusia, berharaplah pada Tuhan, Dia yang akan menuntun dalam setiap langkahmu, hingga selamat di dunia dan selamat di akhirat.

Be your self, tak perlu menjadi manusia yang penuh sandiwara. Jadilah dirimu sendiri, walau tidak sedikit orang yang akan memusuhi karena kejujuranmu, walau tidak sedikit orang yang akan mencibir karena kekuranganmu. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, tapi Tuhan sudah menciptakan adanya kelebihan dan kekurangan dalam setiap diri manusia. Bersyukurlah akan apapun yang kalian miliki, jalani dengan penuh keikhlasan...

My sunshine, you are my everything... our prayers will be with your life.

Jumat, 01 Juni 2018

Pemuda Yang Dicintai Allah

Masa muda merupakan masa keemasan yang dimiliki oleh seseorang, saat itulah pertumbuhan fisik telah sempurna dan memiliki kesempatan serta kekuatan yang paling besar dalam hidupnya.
Seseorang yang mempunyai keimanan terhadap kehidupan akhirat tentunya akan benar-benar memanfaatkan umur dan masa muda yang diberikan oleh Allah kepadanya dengan sebaik mungkin. Dia akan mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang bermanfaat. 

Bung Karno pernah mendeklarasikan kata-kata berikut, “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia pasti berubah.”
Begitu berharganya seorang pemuda bagi kemajuan bangsa, di pundaknya cita-cita bangsa dapat tercapai. Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh pemudanya sebagai generasi penerus bangsa. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ
“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).”
Usia akan ditanya dan diminta pertanggung jawaban untuk apa dihabiskan. Masa muda termasuk dalam usia, kelak masa muda kembali ditanyakan dan diminta pertanggung jawaban secara khusus. Oleh karena itu masa muda ini perlu benar-benar diperhatikan, terlebih pemuda sebagai generasi penerus bangsa. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam senantiasa menasihatkan kepada para pemuda untuk benar-benar memanfaatkan hidupnya di dunia ini untuk memperbanyak bekal akhiratnya. Karena sejatinya, seorang yang hidup di dunia ini adalah ibarat seorang pengembara yang beristirahat di suatu tempat dan suatu saat akan meninggalkannya. Dahulu ketika Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma masih remaja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah menasihatinya dengan sabdanya:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
“Jadilah engkau di dunia ini sebagai orang yang asing atau seorang pengembara”. (HR. Bukhari no. 6416)
Hendaknya para pemuda mengisi waktu mereka dengan kegiatan positif atau mencari-cari kegiatan positif. Misalnya menghadiri majelis ilmu, menghapalkan Al-Quran dan sunnah, membuat kegiatan sosial dan lain-lainya sehingga menghasilkan prestasi yang membanggakan. 
Menjadi seorang pemuda yang dicintai oleh Allah merupakan impian setiap insan yang beriman. Karena jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka keberkahanlah yang kan ia dapatkan. Dan kelak di hari kiamat dia akan mendapatkan perlindungan dan naungan dari-Nya, dimana pada hari itu tidak akan ada naungan (sama sekali) kecuali naungan dari-Nya. Namun, bagaimanakah kriteria manusia yang akan mendapatkan naungan Allah tersebut? 
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ…… وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan Allah, di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (diantaranya adalah): …….Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)  
Jadilah pemuda gagah yang berprestasi, taat kepada Allah dan memiliki iman yang kuat tak tergoyahkan oleh hal-hal negatif yang akan merugikan diri sendiri dan masa depan...   
Jika langkahmu benar, senantiasa berada di jalan Allah maka langkah itu akan selalu dalam bimbingan dan lindungan Allah... 

Cinta dan kasih sayang kepada Tuhan

  Amor Dei (atau sering disebut Amor Deus dalam konteks cinta kepada Tuhan) adalah istilah bahasa Latin yang berarti "cinta kasih kep...