Sabtu, 08 September 2018




Keseimbangan adalah keselarasan antara  dua sisi. Seimbang antara kinerja otak kanan dan kiri, seimbang mengejar ilmu dunia dan akhirat, seimbang antara hak dan kewajiban
.

Otak manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri dari kemampunan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dan lain-lain. Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Ouotient) seseorang.

Keseimbangan meliputi berbagai aspek kehidupan manusia. Tatkala manusia menginginkan hidup yang harmonis, baik secara individual, sosial, maupun vertikal, maka pilihannya adalah membangun keseimbangan yang telah digariskan ALLAH SWT secara konsisten. Andai terhadap diri sendiri manusia tak mampu membangun keseimbangan, maka mustahil ia akan mampu menciptakan keseimbangan bagi sosial masyarakatnya. Jika hal ini terjadi, maka ketidakadilan akan tercipta, social chaos akan terbangun, malapetaka muncul di mana-mana, dan kezaliman akan merajalela. Bisa jadi bangsa ini akan senantiasa menciptakan generasi yang berkualitas, namun dalam bingkai yang tidak seimbang.

Mesin pendidikan yang lebih menekankan aspek intelektual, tanpa aspek spritual dan emosional atau bahkan pola hidup yang lebih mengedepankan  kenikmatan sesaat dengan melupakan hak orang lain dan tujuan hidup yang lebih panjang, justru menjadi ancaman tatanan kehidupan ini.
Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar. Kejujuran menjadi sesuatu yang langka, karena semua berusaha menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan hidupnya.

Keseimbangan ilmu dunia dan akhirat menjadi kunci utama, Allah menjelaskan :

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. 
(Al Qashash : 7)

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini sebagai berikut: “Pergunakanlah karunia yang telah Allah berikan kepadamu berupa harta dan kenikmatan yang berlimpah ini, untuk mentaati Rabb-mu dan mendekatkan diri kepadaNya dengan berbagai bentuk ketaatan. Dengan itu, kamu memperoleh balasan di dunia dan pahala di akhirat. Firman Allah “Janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi”, yaitu dari apa-apa yang dibolehkan Allah berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan pernikahan. Sesungguhnya Allah mempunyai hak atas dirimu. Jiwa ragamu juga mempunyai hak atas dirimu. Keluargamu juga mempunyai hak atas dirimu. Tamumu juga mempunyai hak atas dirimu. Maka berikanlah tiap-tiap hak kepada pemiliknya.

Kamis, 06 September 2018

MENGGANTUNGKAN HARAPAN

Seperti kemarau menjanjikan hujan, berharap kemarau segera berlalu dan hujan akan segera datang. Begitu pula harapan masa depan gadisku sangat aku nantikan. Ada kebahagiaan yang tertunda dibalik banyak harapan yang kumimpikan. 
Terkadang muncul rasa pesimis, mampukah aku mendidiknya menjadi seorang wanita yang mandiri? Mampukah semua harapanku terwujud? Terlalu tinggikah kugantungkan harapan?

Gadisku telah memberi banyak pelajaran berharga, bagaimana kami belajar sabar menghadapi karakternya yang spesial, belajar sabar menjelaskan banyak hal dengan bahasa yang dia mengerti sehingga dia paham apa yang disampaikan. Menterjemahkan keinginannya, yang terkadang sulit kami pahami. Sabar menghadapi saat dia marah tak terkendali. Mendidiknya menjadi anak yang penurut dan berbakti.

Seorang mukmin dianjurkan untuk senantiasa sabar ketika ditimpa kesulitan. Kesabaran menjadi salah satu kunci utama untuk meraih kebahagiaan di dunia. Sabar akan membuat seseorang merasa ringan dalam menghadapi segala bentuk ujian dalam hidupnya. Karena harus dipahami benar bahwa roda kehidupan selalu berputar. Setelah datang kesulitan maka akan ada kemudahan. Tidak mungkin seseorang akan selamanya mengalami kesulitan ataupun sebaliknya. 
Aku tahu janji Tuhan itu pasti!

Aku yakin akan ada kemudahan dibalik kesulitan, aku yakin suatu saat nanti akan datang kebahagiaan. Aku tahu Tuhan menjanjikan hujan setelah kemarau, dan akan ada pelangi setelah hujan. Walau saat ini semua harapanku masih tertunda. Aku harus selalu optimis dapat menggapai masa depan yang lebih baik untuk gadisku, Tidak ada yang tidak mungkin kalau Tuhan berkehendak. 

"ALLAH SWT menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu". [Al Baqarah:185].

Carilah hikmah dari semua ketetapanNya, agar kita senantiasa bersyukur dan Ikhlas menjalaninya. Tuhan sedang memberikan pelajaran hidup, melatih aku menjadi manusia yang lebih baik. Menggantungkan banyak harapan, meraih kebahagiaan yang tertunda.
Kadang-kadang kita merasakan sangat mustahil untuk menggapai semua harapan, namun tiba-tiba Tuhan menjadikan sebuah kenyataan. 
Apakah ini mimpi atau sekedar khayalan?
Tidak, ini bukan khayalan karena telah terbukti kekuasaan-Nya berhak membuat sesuatu yang mustahil menjadi sebuah kenyataan.

Firman ALLAH SWT menegaskan :
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ maka jadilah sesuatu itu.” (Yassin:82)

#30dwcjilid14
#squad9
#day16

Rabu, 05 September 2018

Kedudukan Anak Perempuan

Seperti halnya anak gadisku, aku satu-satunya anak perempuan di keluarga. Aku terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Tiga adikku semuanya laki-laki. Perbedaan aku dengan anak gadisku adalah tentang kemandirian. Sebagai anak pertama, aku dididik disiplin dan memiliki tanggungjawab yang besar terhadap ketiga adikku. Kedua orangtuaku tidak pernah membeda-bedakan anak perempuan dengan anak laki-laki. Anak perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama, harus mandiri dan memiliki pendidikan setingi-tingginya. Walaupun yang aku rasakan, mereka lebih overprotective dibandingkan terhadap adik-adikku. 
Aku sering merasa malu sama teman-teman, waktu kerja kelompok harus diantar jemput. Pulang sekolah harus langsung pulang ke rumah, kalau terlambat pulang pasti dicari. Sampai aku tidak pernah diijinkan ikut camping dengan teman-teman sekelas waktu acara perpisahan. Suka sedih rasanya, gakbisa menikmati masa remaja seperti anak-anak lainnya. Hingga waktu SMP aku coba-coba bolos sekolah dan kabur di jam pelajaran untuk sekedar main. Akibatnya papa marah besar dan mama menangis. Aku merasa sedih dan tertekan, semua serba gak boleh. aku coba berontak, melawan semua aturan yang diterapkan. Tapi hasilnya hanya membuat kedua orangtuaku kecewa dan sedih. 

Sejalan dengan bertambahnya usia, aku semakin menyadari kalau sebenarnya orangtuaku sangat sayang hingga terlalu mengkhawatirkan aku. Saat duduk di bangku SMA aku lebih fokus belajar dan mengatur diri sendiri untuk disiplin dan mengikuti semua aturan di rumah. Alhamdulillah prestasiku semakin membaik, hingga akhirnya aku diterima di Perguruan Tinggi Negeri di kota Bandung.
Saat itulah kemandirianku mulai terbentuk, pola pendidikan papa yang disiplin, serius dan fokus sangat mempengaruhi pola hidupku. Alhamdulillah sebagai anak perempuan, aku merasa bisa menjadi kebanggaan orangtua. "Coba contoh teteh", kata-kata itu selalu kuingat, saat papa menasihati adikku. Padahal tidak banyak yang kulakukan, hanya mengikuti semua nasihat dan keinginan orangtua, berusaha membahagiakan mereka selama aku mampu menjalaninya.

Menikah adalah momen yang mengharukan, dimana aku harus dilepas dari kedua orangtua. Setelah menikah, tanggungjawab orangtua berpindah pada suami. Walau itu hanya teori belaka, nyatanya mereka masih selalu terbuka membantu kesulitan kami. Dari membantu masalah ekonomi hingga membantu mengasuh cucunya. Rasa sayangnya pada kami tidak pernah luntur sampai kapanpun. Hingga aku melanjutkan pendidikan sampai S2, mereka selalu memberikan dukungan baik moril maupun materil.
Semangatku melanjutkan kuliah tertanam karena mereka selalu memberikan motivasi. "Perempuan juga harus mandiri dan memiliki pendidikan yang tinggi", nasihat papa telah mempengaruhi mindsetku. "Tapi tidak melupakan kodrat sebagai perempuan, mendidik anak-anak dan hormat pada suami, karena syurga seorang perempuan ada pada suaminya", nasihat mama melengkapi pembicaraan papa.
Banyak nasihat yang papa mama ajarkan, hingga membentuk pribadi aku seperti sekarang. Semua yang kulakukan semata-mata hanya ibadah dan mencari Ridho Illahi. Mudah-mudah semua yang papa mama tanamkan menjadi ladang ibadah dan menempatkan mereka di tempat yang paling mulia di sisi ALLAH SWT. Aaamiiiin Ya Robbal Alamiiin...

Islam adalah rahmat bagi seluruh alam dan meski kita mengetahui bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, namun Islam tidak pernah menyatakan bahwa derajat perempuan dibawah laki-laki. 
ALLAH SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 35 yang artinya :
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan  perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.
ALLAH SWT menyatakan bahwa dalam pandangan Islam, kedudukan wanita sama saja dengan kedudukan laki-laki dalam hal ibadah dan iman yang dimilikinya. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai derajat keimanan dan keislaman yang tertinggi. .
#30dwcjilid14
#squad9
#Day15


Rabu, 29 Agustus 2018

Senantiasa Bersyukur (Part 4)

Perlahan aku mencoba bangkit, membangun kepingan hati yang berantakan. Mengembalikan segalanya kepada Yang Maha Berkehendak. Masih ada harapan untuk membangun masa depan gadisku, dan aku harus kuat menjalani hari-hari ke depan.
Ikhtiar kami coba lakukan, konsultasi dengan dokter spesialis sampai seorang profesor ahli TORCH.
Pengobatan secara medis sampai non medis kami jalani, berharap ada kejaiban yang datang.
Ternyata tubuh gadisku sangat rentan, tubuhnya menjadi sangat lemah dan daya tahan tubuhnya menurun. Obat-obatan hanya membuat tubuhnya menjadi keracunan, tubuhnya semakin kecil hanya berbalut tulang. Bersyukur ada obat herbal yang menetralisir racun dalam tubuhnya, perlahan kondisi tubuhnya membaik dan selera makannya lebih baik dari sebelumnya.

Waktu terus berlalu, tak henti aku memohon kekuatan dalam menghadapi semua. Memohon petunjuk terbaik untuk mendidik dan membesarkan gadisku. Jika memang takdir sudah tidak bisa dirubah, kami hanya mampu ikhlas dalam menerima ketetapanNya. Suami dan orangtuaku menjadi sumber kekuatan terbesar, mereka yang membuat aku bangkit dan tegar menghadapi apapun yang terjadi.
Anak pertamaku seorang anak laki-laki yang mandiri, dia sangat menyayangi adiknya. Tak pernah merasa cemburu walaupun waktuku lebih banyak tercurah pada sang adik. Suamiku seorang ayah yang hebat, sangat telaten membantu keperluan anak-anaknya. Dari dia aku belajar sabar dan ikhlas menerima semua ketetapanNya. Manusia wajib berusaha, namun akhirnya biarkan tangan Tuhan yang bekerja.

"Anaknya sudah dua tahun kok belum bisa jalan?"
"Anaknya gak pernah dikasih makan ya? kenapa kurus gitu?"
"Kasian ya, anaknya belum bisa ngomong"
"Anaknya kok sakit-sakitan terus?"
Banyak komentar sinis yang hinggap di telingaku, rasanya hati ini teriris... Aku hanya bisa menangis, tanpa sepatah katapun menjawab pertanyaan mereka.
Aku tidak membenci mereka, yang tidak pernah mengerti bagaimana perasaanku saat itu. mereka tak menyadari telah menjatuhkan kembali aku yang sudah mencoba bangkit dan mulai membangun harapan. Namun semakin sering aku jatuh, semakin sering juga aku bangun dan kembali menyusun kekuatan.

Bersyukur karena ucapan mereka ternyata membuat aku semakin tegar dan menjadi lebih kuat dalam menghadapi apapun. Selalu ada hikmah dibalik sebuah kejadian. Kini aku merasa lebih ikhlas menjalani semuanya, bisa tersenyum saat mereka bertanya sinis tentang kondisi gadisku. 

Tiuhan punya caranya sendiri dalam membentuk pribadi manusia...

#30DWCJilid30
#Squad9
#Day8



Senantiasa Bersyukur (Part 3)

Virus itu telah merenggut masa depan gadisku dengan merusak sistem syaraf pusat di koklea hingga tak dapat menyanpaikan impuls ke otak, artinya dunianya pasti jadi sangat sunyi. Banyak harapan yang aku impikan sepertinya harus dikubur dalam-dalam. Rasanya hancur, malu, takut, bingung campur aduk jadi satu. Sempat terlintas fikiran untuk mengakhiri hidup, sempat berdo'a agar maut segera menjemput aku dan gadisku agar semuanya selesai. Tak berhenti menyalahkan diri sendiri, tak berhenti bertanya pada Tuhan kenapa semua ini terjadi pada gadisku? Kenapa harus dia yang menanggung semua? 

Saat aku terpuruk, ada tangan-tangan yang selalu memeluk dan menentramkanku. Ada bahu kekar tempatku bersandar dan ada tangan mungil yang mengusap air mataku. Sedikit-sedikit aku mencoba bangkit, dan menyusun harapan. Menyadari bahwa semua ini ujian yang harus kami hadapi. Mencari jawaban kenapa semua ini harus terjadi pada gadisku, hanya membuang waktu dan tak akan mengubah semua. Hanya membuat semuanya semakin terasa berat. Manusia memiliki akal dan fikiran yang akan merubah takdir. Masih banyak harapan yang dapat kami raih demi masa depan gadisku. Kupandangi wajah mungil tanpa dosa... 

Tuhan telah mengirim seorang gadis kecil dalam kehidupan kami, tak henti aku mengucap syukur. Aku harus bangkit demi masa depan gadisku,. Aku harus kuat menjalani semua ujan. Aku yakin tak semata-mata Tuhan memberi ujian, pasti ada pembelajaran hidup yang akan membuat kami menjadi lebih dekat padaNya. Aku harus bersyukur telah menjadi orangtua pilihan, aku yakin skenario Tuhan yang terbaik. Gadisku adalah sebuah berkah, anugerah terindah yang dikirim buat kami...
Mampukah kami bersabar dan ikhlas menjalani semua ketetapanNya..?


#30dwcjilid14
#day7

Senantiasa Bersyukur (Part 2)


Hasil test TORCH menunjukkan aku positif terinveksi virus Rubella dan CMV, entah kapan dan bagaimana caranya virus itu bisa berada dalam tubuhku... 
Menurut beberapa sumber yang aku baca, TORCH yaitu Toksoplasma, Rubella, Sitomegalovirus atau CMV dan Herpes simpleks. Virus rubella fatal bagi pertumbuhan dan kehidupan janin. Janin akan terancam terkena kelainan jantung, kehilangan pendengaran atau tuli ketika dilahirkan, retardasi mental, kelainan pada bentuk dan fungsi mata, katarak, hidrosefalus atau pembesaran kepala akibat berisi cairan, mikrosefalus atau tengkorak janin tidak berkembang sehingga ukurannya lebih kecil dari normal, hipoplasia atau gangguan perkembangan pada sejumlah organ tubuh janin (seperti jantung, paru-paru dan limpa), bayi lahir dengan berat badan rendah, hepatitis, radang selaput otak, radang iris mata, gangguan perkembangan sistem saraf seperti  meningosefalitis. Bahkan janin terancam lahir dalam keadaan sudah meninggal di dalam kandungan.

CMV adalah Cytomegalovirus umumnya tidak menimbulkan gejala serius dan tidak disadari penderitanya. Gejala ringan dapat terlihat pada orang yang terinfeksi virus ini, seperti deman hingga lebih dari 38 derajat Celsius, tubuh terasa lelah, nyeri otot dan tenggorokan, serta pembengkakan kelenjar getah bening. Sementara, ibu hamil yang terinfeksi virus CMV dapat menularkan infeksi ini pada janin atau bayi dengan gejala yang lebih buruk, antara lain: Kematian janin dalam kandungan, kelahiran prematur dengan berat badan lahir rendah, Ukuran kepala bayi kecil atau mikrosefali, kulit dan mata berwarna kuning, hati membesar dan tidak berfungsi dengan baik, pembesaran limpa, bercak atau ruam kulit berwarna ungu, bayi yang baru lahir karena perdarahan, anemia, serta gangguan pada hati atau otak, keterlambatan pertumbuhan.Gejala lebih serius juga ditunjukkan pada penderita dengan sistem imunitas yang lemah. Gejala tersebut berupa gangguan pada mata (retinitis), paru-paru (pneumonia) hati, kerongkongan (esofagus), lambung, usus, serta otak (ensefalitis). 

Ya Robb, bersyukur gadisku terlahir dengan fisik yang lengkap dan sehat, walau ternyata virus itu telah masuk ke dalam sel darahnya dan berkembang beberapa bulan Kemudian




Senantiasa Bersyukur (Part 1)



Masih teringat saat vonis dokter menyatakan gadisku tunarungu total, hasil test bera memperlihatkan grafik batas pendengaran pada 100 desibel tak ada reaksi apa-apa. Padahal ukuran 100 desibel itu sebanding dengan frekuensi bunyi baling-baling pesawat terbang, saat frekuensi gelombang itu dikirimkan dari alat test bera ke sistem pendengarannya gadisku tetap terlelap dalam tidur. Penjelasan dokter bertubi-tubi membuat tubuhku lemas, luka perih menganga berdarah-darah... Ah, rasanya tak dapat kulukiskan perasaanku saat itu. Pandanganku kabur, kupegang erat-erat tubuh mungil gadis kecilku.

Rasa bersalah berkecamuk dalam hati, menurut diagnosa dokter gadisku terinfeksi virus rubella mungkin saat dalam kandungan. Aku merasa lalai, tidak menjaga dia dengan baik selama dalam kandungan. 
Harus bagaimana kami menghadapi hari-hari ke depan, mampukah kami mendidiknya?


Berjuta rasa berkecamuk, berjuta pertanyaan memenuhi otak. Masih tidak percaya, dan sulit menerima hasil diagnosa dokter. Terbanyang juga wajah sedih kakek neneknya, harus bagaimana kami menyampaikan kabar ini. Seperti yang kuduga, mereka langsung duduk terdiam setelah suamiku menyampaikan hasil diagnosa dokter. Aku hanya menangis sambil memeluk tubuh mungil gadisku yang juga terus menangis, aku baru menyadari kalau apa yang kurasakan diapun merasakan. Aku menangis gadisku juga ikut memangis, dan menangis bukan cara yang tepat untuk menghadapi semua ini. Aku harus kuat agar gadisku tumbuh kuat, aku harus ikhlas menerima kenyataan ini agar aku bisa terus menemaninya.



Bersyukur kami masih memiliki kedua orangtua yang selalu memberi dukungan dan do'a, karena kekuatan dari kedua orangtua pula kami masih memiliki semangat dan berjuta harapan. Manusia punya akal dan fikiran untuk merubah takdir, kita wajib berusaha dalam menghadapi kesulitan sebesar apapun namun hasilnya biarkan tangan Tuhan yang bekerja... 


#30dwcjilid14 
#squad9 
#day5

Selasa, 05 Juni 2018

My Sunshine, You are My Everything

Tanpa kusadari mereka telah tumbuh begitu cepat, rasanya baru kemarin menggendongnya, mengajarkannya berjalan hingga berlari, mengantarkan ke sekolah. Kini mereka telah tumbuh menjelang dewasa. menjadi anak laki-laki yang gagah berwibawa dan anak gadis cantik nan manja. Tumbuhlah dengan keberkahan, menjadi insan Tuhan yang senantiasa teguh beriman.

You are my sunshine, menghangatkan kala hujan deras yang membuatku menggigil. Cahaya dalam hidupku,  memberiku kekuatan dalam menghadapi setiap kesulitan. Kalian yang membuatku tetap tegar dan melangkah menjalani hidup. Hadapi setiap kesulitan dengan ikhlas, yakinlah dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Ada Tuhan yang selalu bersama kita, Dialah sesungguhnya Yang Maha Pemberi Kekuatan.

You brought me sunshine when I only saw rain, you are my everything...
Anakku, hidup penuh dengan ujian, semua harus dijalani tanpa harus mengeluh. Sebesar apa perjuanganmu akan tergantikan dengan keberkahan hidup yang nilainya lebih besar, jika ada ikhlas dan sabar di dalamnya.  Belajarlah dari kehidupan, pembelajaran yang tak akan kamu dapatkan di bangku sekolah. Kejarlah mimpimu, berpeganglah pada agamamu. Dreams are something, that can't always come true, senantiasa ikhlas dan tawakal dalam menerima semua ketetapan Nya.

My sunshine, kalian bagaikan matahari yang selalu menghangatkan hidupku. Hiasi hidupmu dengan penuh kasih sayang, jalani tiap langkahmu dengan kebaikan. Jangan berharap pada manusia, berharaplah pada Tuhan, Dia yang akan menuntun dalam setiap langkahmu, hingga selamat di dunia dan selamat di akhirat.

Be your self, tak perlu menjadi manusia yang penuh sandiwara. Jadilah dirimu sendiri, walau tidak sedikit orang yang akan memusuhi karena kejujuranmu, walau tidak sedikit orang yang akan mencibir karena kekuranganmu. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, tapi Tuhan sudah menciptakan adanya kelebihan dan kekurangan dalam setiap diri manusia. Bersyukurlah akan apapun yang kalian miliki, jalani dengan penuh keikhlasan...

My sunshine, you are my everything... our prayers will be with your life.

Jumat, 01 Juni 2018

Pemuda Yang Dicintai Allah

Masa muda merupakan masa keemasan yang dimiliki oleh seseorang, saat itulah pertumbuhan fisik telah sempurna dan memiliki kesempatan serta kekuatan yang paling besar dalam hidupnya.
Seseorang yang mempunyai keimanan terhadap kehidupan akhirat tentunya akan benar-benar memanfaatkan umur dan masa muda yang diberikan oleh Allah kepadanya dengan sebaik mungkin. Dia akan mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang bermanfaat. 

Bung Karno pernah mendeklarasikan kata-kata berikut, “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia pasti berubah.”
Begitu berharganya seorang pemuda bagi kemajuan bangsa, di pundaknya cita-cita bangsa dapat tercapai. Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh pemudanya sebagai generasi penerus bangsa. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ
“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).”
Usia akan ditanya dan diminta pertanggung jawaban untuk apa dihabiskan. Masa muda termasuk dalam usia, kelak masa muda kembali ditanyakan dan diminta pertanggung jawaban secara khusus. Oleh karena itu masa muda ini perlu benar-benar diperhatikan, terlebih pemuda sebagai generasi penerus bangsa. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam senantiasa menasihatkan kepada para pemuda untuk benar-benar memanfaatkan hidupnya di dunia ini untuk memperbanyak bekal akhiratnya. Karena sejatinya, seorang yang hidup di dunia ini adalah ibarat seorang pengembara yang beristirahat di suatu tempat dan suatu saat akan meninggalkannya. Dahulu ketika Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma masih remaja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah menasihatinya dengan sabdanya:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
“Jadilah engkau di dunia ini sebagai orang yang asing atau seorang pengembara”. (HR. Bukhari no. 6416)
Hendaknya para pemuda mengisi waktu mereka dengan kegiatan positif atau mencari-cari kegiatan positif. Misalnya menghadiri majelis ilmu, menghapalkan Al-Quran dan sunnah, membuat kegiatan sosial dan lain-lainya sehingga menghasilkan prestasi yang membanggakan. 
Menjadi seorang pemuda yang dicintai oleh Allah merupakan impian setiap insan yang beriman. Karena jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka keberkahanlah yang kan ia dapatkan. Dan kelak di hari kiamat dia akan mendapatkan perlindungan dan naungan dari-Nya, dimana pada hari itu tidak akan ada naungan (sama sekali) kecuali naungan dari-Nya. Namun, bagaimanakah kriteria manusia yang akan mendapatkan naungan Allah tersebut? 
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ…… وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan Allah, di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (diantaranya adalah): …….Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)  
Jadilah pemuda gagah yang berprestasi, taat kepada Allah dan memiliki iman yang kuat tak tergoyahkan oleh hal-hal negatif yang akan merugikan diri sendiri dan masa depan...   
Jika langkahmu benar, senantiasa berada di jalan Allah maka langkah itu akan selalu dalam bimbingan dan lindungan Allah... 

Kamis, 31 Mei 2018

Ibumu, Ibumu, Ibumu kemudian Ayahmu


Betapa mulia kedudukan seorang Ibu dalam Islam, setiap pengorbanannya senantiasa menjadi ladang ibadah. Betapa tidak, perjuangan seorang Ibu dari mengandung 9 bulan lebih. 
Merasakan janin berkembang dalam rahim, menjaga sepenuh cinta. 
Rela berjuang bertaruh nyawa saat melahirkan, senilai jihad di jalan Allah.
Sakit tak jadi penghalang, letih tak pernah menjadi alasan.  
Merawat penuh cinta kasih, sejak lahir hingga dewasa.
Cintanya tak pernah pupus oleh usia, doanya tak pernah putus sepanjang waktu. 
Cinta Ibu sepanjang jalan, setiap hembusan nafasnya menjadi berkah. 
Mengorbankan seluruh hidupnya untuk keluarga, tak pernah berharap balasan.
Do'a nya senantiasa mengalir, tak perlu dipinta. Bahagianya digadaikan, demi bahagia mu.


Ibu, jaminan mu adalah syurga.. Menjadi bidadari, cantik sepanjang masa.
Menjadi peri yang selalu penuh cinta...
Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi:
يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ
“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).


Syaikh Fadhlullah Al Jilani, ulama India, mengomentari hadits ini: “ibu lebih diutamakan daripada ayah secara ijma dalam perbuatan baik, karena dalam hadits ini bagi ibu ada 3x kali bagian dari yang didapatkan ayah. Hal ini karena kesulitan yang dirasakan ibu ketika hamil, bahkan terkadang ia bisa meninggal ketika itu. Dan penderitaannya tidak berkurang ketika ia melahirkan. Kemudian cobaan yang ia alami mulai dari masa menyusui hingga anaknya besar dan bisa mengurus diri sendiri. Ini hanya dirasakan oleh ibu”

Ramadhan Kareem


Indahnya Ramadhan penuh berkah, bertabur pahala sucikan diri. Sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, meningkatkan iman tuk kembali kepada kesucian.
Jika seseorang diberi kehormatan oleh orang lain dengan ucapan ‘Ramadhan Karim’ maka hendaknya ia membalasnya dengan ucapan ‘ Allahu Akram’ -Allah maha dermawan/pemurah-. Jawaban ini patut diucapkan agar kita sadar bahwa secara hakiki hanya Allah lah dzat yang maha pemurah lagi maha darmawan atas segala anugrah yang tak terhitung selama kita hidup di dunia.
Kata ‘Karim’ yang memiliki arti darmawan dan maha pemberi ampunan seringkali diucapkan dalam doa disaat menjelang adzan magrib dan setelah sholat tarawih. Hal ini telah menjadi sebuah tradisi baik yang patut dilestarikan tidak melulu pada bulan Ramadhan, tapi disetiap waktu, baik pagi, siang, sore maupun malam.
Doa yang sangat dianjurkan oleh Nabi terkait rahasia dibalik makna ‘Karim’ adalah sebagai berikut:
Allahumma Innaka Afuwwun Karim Tuhibbul Afwa Fa’fuanna Ya Karim.
Sering-seringlah berdoa dengan doa ini, khususnya di bulan suci Ramadhan. InsyaaAllah segala dosa dan khilaf kita diampuni Allah, sehingga kelak kita termasuk golngan orang yang benar-benar kembali fitrah... Aaamiiin YRA

Senja Penuh Luka


Matahari kembali ke pangkuan, lembayung senja menembus angan. Semburat kisah melintas membawa lamunan ke masa lalu, saat peluh dan lidah kelu membisu. Kebencian mencerca, berperang emosi yang tak terkendali.
Terpuruk aku menjadi seorang terdakwa, kesalahan menjadi pisau yang menusuk penuh amarah. Cacian hingga hinaan menjatuhkan, hingga tersungkur berdarah darah. Meninggalkan luka yang teramat dalam, perih tak terperi. Tak perlu menjelaskan siapa dirimu pada semua orang, karena orang yang menyanyangi mu tak perlu itu dan orang yang membencimu tak akan percaya itu
Waktu berlalu, senjapun menorehkan luka. Biarkan lepas terhembus angin, menyisakan temaram dalam kegelapan. Senja menyimpan banyak cerita, memendam duka dan luka yang ternganga.
Hanya waktu yang akan menyembuhkannya...
Dan biarkan tangan Tuhan Yang Maha membuktikan kebenaran...
Senjaku berlalu, esok kan kembali datang penuh kedamaian...

Dahsyatnya Sakaratul maut


Sesungguhnya menjadi saksi atas sebuah proses menuju kematian adalah sebuah pelajaran berharga dalam hidupku...
Melihat perjuangan menghadapi nikmat sakit sebagai penggugur dosa, ujian sabar dan ikhlas di penghujung usia hingga dahsyatnya sakaratul maut diperlihatkan di depan mata.
Tak ada daya dan upaya yang dapat dilakukan selain berprasrah diri atas semua ketentuanNya...
Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya”[2].
Saat tiba waktunya tiada satupun kita yang tahu, walau sebenarnya pertanda itu nyata adanya. Semua dalam ketetapanNya, jiwa akan kembali pada Sang Pencipta.
وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya”. [Qaaf: 19]
Dahsyatnya sakaratul maut tak dapat kita berlari darinya, lalu bekal apakah yang akan kubawa untuk kembali menghadap Nya?

Ada Cinta dibalik ujian Allah


Bersyukurlah jika hidupmu dihiasi ujian, tandanya Tuhan menyayangi dan memperhatikan. Menguji batas keimanan dan kesabaran melalui jalan setapak yang terjal hingga menemukan ikhlas dan mencapai Ridho Nya... 

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلاَءِ ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ ) . رواه الترمذي (2396) وحسنه ، وصححه الشيخ الألباني في "السلسلة الصحيحة" (رقم/146) 

“Sesungguhnya agungnya pahala disertai dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridho maka Dia akan ridho dan siapa yang murka, maka Dia juga akan murka.” HR. Abu Dawud, (2396) dan dihasankan. Dinyatakan shoheh oleh Albany dalama ‘Silsilah shohehah, no. 146.

Saat badai telah berlalu, saat dirimu lepas dari himpitan kesulitan atas izinNya, semakin bertambah tinggi kedudukanmu d sisi Allah.. Bersabarlah atas semua ujianNya, jalani penuh keihlasan... 

( إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ )
رواه أبو داود (3090) ، وصححه الألباني في "السلسلة الصحيحة" (رقم/2599) 

“Sesungguhnya seorang hamba ketika didahului kedudukan di sisi Allah, dimana amalannya tidak sampai (kepadaNya), maka Allah akan mengujinya di badan atau harta atau anaknya.” HR. Abu Dawud, (3090) dinyatakan shoheh Albany dalam ‘Silsilah Shohehah, no. 2599

#30DWC
#30DWCjilid13
#squad8
#day10

IKHLAS PADA SEMUA KETETAPAN

Dunia ini adalah panggung sandiwara, semua berada dalam ketetapan dan diatur oleh sutradara Yang Maha mengatur seluruh alam dan isinya.  Man...