Selasa, 05 Juni 2018

My Sunshine, You are My Everything

Tanpa kusadari mereka telah tumbuh begitu cepat, rasanya baru kemarin menggendongnya, mengajarkannya berjalan hingga berlari, mengantarkan ke sekolah. Kini mereka telah tumbuh menjelang dewasa. menjadi anak laki-laki yang gagah berwibawa dan anak gadis cantik nan manja. Tumbuhlah dengan keberkahan, menjadi insan Tuhan yang senantiasa teguh beriman.

You are my sunshine, menghangatkan kala hujan deras yang membuatku menggigil. Cahaya dalam hidupku,  memberiku kekuatan dalam menghadapi setiap kesulitan. Kalian yang membuatku tetap tegar dan melangkah menjalani hidup. Hadapi setiap kesulitan dengan ikhlas, yakinlah dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Ada Tuhan yang selalu bersama kita, Dialah sesungguhnya Yang Maha Pemberi Kekuatan.

You brought me sunshine when I only saw rain, you are my everything...
Anakku, hidup penuh dengan ujian, semua harus dijalani tanpa harus mengeluh. Sebesar apa perjuanganmu akan tergantikan dengan keberkahan hidup yang nilainya lebih besar, jika ada ikhlas dan sabar di dalamnya.  Belajarlah dari kehidupan, pembelajaran yang tak akan kamu dapatkan di bangku sekolah. Kejarlah mimpimu, berpeganglah pada agamamu. Dreams are something, that can't always come true, senantiasa ikhlas dan tawakal dalam menerima semua ketetapan Nya.

My sunshine, kalian bagaikan matahari yang selalu menghangatkan hidupku. Hiasi hidupmu dengan penuh kasih sayang, jalani tiap langkahmu dengan kebaikan. Jangan berharap pada manusia, berharaplah pada Tuhan, Dia yang akan menuntun dalam setiap langkahmu, hingga selamat di dunia dan selamat di akhirat.

Be your self, tak perlu menjadi manusia yang penuh sandiwara. Jadilah dirimu sendiri, walau tidak sedikit orang yang akan memusuhi karena kejujuranmu, walau tidak sedikit orang yang akan mencibir karena kekuranganmu. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, tapi Tuhan sudah menciptakan adanya kelebihan dan kekurangan dalam setiap diri manusia. Bersyukurlah akan apapun yang kalian miliki, jalani dengan penuh keikhlasan...

My sunshine, you are my everything... our prayers will be with your life.

Jumat, 01 Juni 2018

Pemuda Yang Dicintai Allah

Masa muda merupakan masa keemasan yang dimiliki oleh seseorang, saat itulah pertumbuhan fisik telah sempurna dan memiliki kesempatan serta kekuatan yang paling besar dalam hidupnya.
Seseorang yang mempunyai keimanan terhadap kehidupan akhirat tentunya akan benar-benar memanfaatkan umur dan masa muda yang diberikan oleh Allah kepadanya dengan sebaik mungkin. Dia akan mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang bermanfaat. 

Bung Karno pernah mendeklarasikan kata-kata berikut, “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia pasti berubah.”
Begitu berharganya seorang pemuda bagi kemajuan bangsa, di pundaknya cita-cita bangsa dapat tercapai. Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh pemudanya sebagai generasi penerus bangsa. 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ
“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).”
Usia akan ditanya dan diminta pertanggung jawaban untuk apa dihabiskan. Masa muda termasuk dalam usia, kelak masa muda kembali ditanyakan dan diminta pertanggung jawaban secara khusus. Oleh karena itu masa muda ini perlu benar-benar diperhatikan, terlebih pemuda sebagai generasi penerus bangsa. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam senantiasa menasihatkan kepada para pemuda untuk benar-benar memanfaatkan hidupnya di dunia ini untuk memperbanyak bekal akhiratnya. Karena sejatinya, seorang yang hidup di dunia ini adalah ibarat seorang pengembara yang beristirahat di suatu tempat dan suatu saat akan meninggalkannya. Dahulu ketika Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma masih remaja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pernah menasihatinya dengan sabdanya:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ
“Jadilah engkau di dunia ini sebagai orang yang asing atau seorang pengembara”. (HR. Bukhari no. 6416)
Hendaknya para pemuda mengisi waktu mereka dengan kegiatan positif atau mencari-cari kegiatan positif. Misalnya menghadiri majelis ilmu, menghapalkan Al-Quran dan sunnah, membuat kegiatan sosial dan lain-lainya sehingga menghasilkan prestasi yang membanggakan. 
Menjadi seorang pemuda yang dicintai oleh Allah merupakan impian setiap insan yang beriman. Karena jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka keberkahanlah yang kan ia dapatkan. Dan kelak di hari kiamat dia akan mendapatkan perlindungan dan naungan dari-Nya, dimana pada hari itu tidak akan ada naungan (sama sekali) kecuali naungan dari-Nya. Namun, bagaimanakah kriteria manusia yang akan mendapatkan naungan Allah tersebut? 
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ…… وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan Allah, di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (diantaranya adalah): …….Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)  
Jadilah pemuda gagah yang berprestasi, taat kepada Allah dan memiliki iman yang kuat tak tergoyahkan oleh hal-hal negatif yang akan merugikan diri sendiri dan masa depan...   
Jika langkahmu benar, senantiasa berada di jalan Allah maka langkah itu akan selalu dalam bimbingan dan lindungan Allah... 

Kamis, 31 Mei 2018

Ibumu, Ibumu, Ibumu kemudian Ayahmu


Betapa mulia kedudukan seorang Ibu dalam Islam, setiap pengorbanannya senantiasa menjadi ladang ibadah. Betapa tidak, perjuangan seorang Ibu dari mengandung 9 bulan lebih. 
Merasakan janin berkembang dalam rahim, menjaga sepenuh cinta. 
Rela berjuang bertaruh nyawa saat melahirkan, senilai jihad di jalan Allah.
Sakit tak jadi penghalang, letih tak pernah menjadi alasan.  
Merawat penuh cinta kasih, sejak lahir hingga dewasa.
Cintanya tak pernah pupus oleh usia, doanya tak pernah putus sepanjang waktu. 
Cinta Ibu sepanjang jalan, setiap hembusan nafasnya menjadi berkah. 
Mengorbankan seluruh hidupnya untuk keluarga, tak pernah berharap balasan.
Do'a nya senantiasa mengalir, tak perlu dipinta. Bahagianya digadaikan, demi bahagia mu.


Ibu, jaminan mu adalah syurga.. Menjadi bidadari, cantik sepanjang masa.
Menjadi peri yang selalu penuh cinta...
Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi:
يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ
“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).


Syaikh Fadhlullah Al Jilani, ulama India, mengomentari hadits ini: “ibu lebih diutamakan daripada ayah secara ijma dalam perbuatan baik, karena dalam hadits ini bagi ibu ada 3x kali bagian dari yang didapatkan ayah. Hal ini karena kesulitan yang dirasakan ibu ketika hamil, bahkan terkadang ia bisa meninggal ketika itu. Dan penderitaannya tidak berkurang ketika ia melahirkan. Kemudian cobaan yang ia alami mulai dari masa menyusui hingga anaknya besar dan bisa mengurus diri sendiri. Ini hanya dirasakan oleh ibu”

Ramadhan Kareem


Indahnya Ramadhan penuh berkah, bertabur pahala sucikan diri. Sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, meningkatkan iman tuk kembali kepada kesucian.
Jika seseorang diberi kehormatan oleh orang lain dengan ucapan ‘Ramadhan Karim’ maka hendaknya ia membalasnya dengan ucapan ‘ Allahu Akram’ -Allah maha dermawan/pemurah-. Jawaban ini patut diucapkan agar kita sadar bahwa secara hakiki hanya Allah lah dzat yang maha pemurah lagi maha darmawan atas segala anugrah yang tak terhitung selama kita hidup di dunia.
Kata ‘Karim’ yang memiliki arti darmawan dan maha pemberi ampunan seringkali diucapkan dalam doa disaat menjelang adzan magrib dan setelah sholat tarawih. Hal ini telah menjadi sebuah tradisi baik yang patut dilestarikan tidak melulu pada bulan Ramadhan, tapi disetiap waktu, baik pagi, siang, sore maupun malam.
Doa yang sangat dianjurkan oleh Nabi terkait rahasia dibalik makna ‘Karim’ adalah sebagai berikut:
Allahumma Innaka Afuwwun Karim Tuhibbul Afwa Fa’fuanna Ya Karim.
Sering-seringlah berdoa dengan doa ini, khususnya di bulan suci Ramadhan. InsyaaAllah segala dosa dan khilaf kita diampuni Allah, sehingga kelak kita termasuk golngan orang yang benar-benar kembali fitrah... Aaamiiin YRA

Senja Penuh Luka


Matahari kembali ke pangkuan, lembayung senja menembus angan. Semburat kisah melintas membawa lamunan ke masa lalu, saat peluh dan lidah kelu membisu. Kebencian mencerca, berperang emosi yang tak terkendali.
Terpuruk aku menjadi seorang terdakwa, kesalahan menjadi pisau yang menusuk penuh amarah. Cacian hingga hinaan menjatuhkan, hingga tersungkur berdarah darah. Meninggalkan luka yang teramat dalam, perih tak terperi. Tak perlu menjelaskan siapa dirimu pada semua orang, karena orang yang menyanyangi mu tak perlu itu dan orang yang membencimu tak akan percaya itu
Waktu berlalu, senjapun menorehkan luka. Biarkan lepas terhembus angin, menyisakan temaram dalam kegelapan. Senja menyimpan banyak cerita, memendam duka dan luka yang ternganga.
Hanya waktu yang akan menyembuhkannya...
Dan biarkan tangan Tuhan Yang Maha membuktikan kebenaran...
Senjaku berlalu, esok kan kembali datang penuh kedamaian...

Dahsyatnya Sakaratul maut


Sesungguhnya menjadi saksi atas sebuah proses menuju kematian adalah sebuah pelajaran berharga dalam hidupku...
Melihat perjuangan menghadapi nikmat sakit sebagai penggugur dosa, ujian sabar dan ikhlas di penghujung usia hingga dahsyatnya sakaratul maut diperlihatkan di depan mata.
Tak ada daya dan upaya yang dapat dilakukan selain berprasrah diri atas semua ketentuanNya...
Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya”[2].
Saat tiba waktunya tiada satupun kita yang tahu, walau sebenarnya pertanda itu nyata adanya. Semua dalam ketetapanNya, jiwa akan kembali pada Sang Pencipta.
وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya”. [Qaaf: 19]
Dahsyatnya sakaratul maut tak dapat kita berlari darinya, lalu bekal apakah yang akan kubawa untuk kembali menghadap Nya?

Ada Cinta dibalik ujian Allah


Bersyukurlah jika hidupmu dihiasi ujian, tandanya Tuhan menyayangi dan memperhatikan. Menguji batas keimanan dan kesabaran melalui jalan setapak yang terjal hingga menemukan ikhlas dan mencapai Ridho Nya... 

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلاَءِ ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ ) . رواه الترمذي (2396) وحسنه ، وصححه الشيخ الألباني في "السلسلة الصحيحة" (رقم/146) 

“Sesungguhnya agungnya pahala disertai dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridho maka Dia akan ridho dan siapa yang murka, maka Dia juga akan murka.” HR. Abu Dawud, (2396) dan dihasankan. Dinyatakan shoheh oleh Albany dalama ‘Silsilah shohehah, no. 146.

Saat badai telah berlalu, saat dirimu lepas dari himpitan kesulitan atas izinNya, semakin bertambah tinggi kedudukanmu d sisi Allah.. Bersabarlah atas semua ujianNya, jalani penuh keihlasan... 

( إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ )
رواه أبو داود (3090) ، وصححه الألباني في "السلسلة الصحيحة" (رقم/2599) 

“Sesungguhnya seorang hamba ketika didahului kedudukan di sisi Allah, dimana amalannya tidak sampai (kepadaNya), maka Allah akan mengujinya di badan atau harta atau anaknya.” HR. Abu Dawud, (3090) dinyatakan shoheh Albany dalam ‘Silsilah Shohehah, no. 2599

#30DWC
#30DWCjilid13
#squad8
#day10

Cinta dan kasih sayang kepada Tuhan

  Amor Dei (atau sering disebut Amor Deus dalam konteks cinta kepada Tuhan) adalah istilah bahasa Latin yang berarti "cinta kasih kep...